Desain Grafis

Cara Menjadi Desainer Grafis Handal Tanpa Kuliah

Menjadi seorang desainer grafis ternyata tak melulu harus kuliah dari jurusan DKV atau sejenisnya. Kalau kalian ingin menjadi seorang desainer grafis, ada beberapa langkah dasar yang perlu disiapkan. Misalnya seperti passion, taste, dan mau belajar desain.

Kalian bisa belajar mengenal desain lewat buku – buku mengenai desain. Selain itu, kalian juga bisa belajar lewat video tutorial desain dan juga workshop komunitas desain yang ada di berbagai media sosial.

Setelah membaca dan menonton video, beberapa cara di bawah juga harus kalian siapkan agar lebih siap.

1.Belajar Mengenal Taste Serta Menggambar dan Menulis

Belajar Mengenal Taste Serta Menggambar dan Menulis

Belajar mengenal taste dan menggambar sebenarnya tak harus sampai menjadi profesional. Setidaknya, untuk mencari tahu taste dalam berkarya desain, kalian harus mengenai nirmana serta unsur – usnurnya.

Nirmana adalah ilmu mengenai menyusun elemen – elemem visual seperti titip, garis, warna, ruang, hingga tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Kamu bisa mengambil contoh perpaduan elemen ini di situs judi poker online yang memiliki UI design yang sangat apik.

Kemudian, kalian juga harus belajar menulis, karena desainer yang baik adalah komunikator yang baik. Bukan hanya belajar gambar yang kreatif saja namun desainer juga harus belajar komunikasi. Belajar untuk mengkomunikasikan ide serta konsep dengan bahasa yang enak dan menarik.

2.Tentukan Spesialisasi Desain dan Kulik Aplikasi Desain

Tentukan Spesialisasi Desain dan Kulik Aplikasi Desain

Sama halnya seperti pekerjaan lain, seorang desainer juga memiliki spesialisasi. Misalnya memiliki spesialisasi di desain iklan, desain user interface website atau mobile app, desain tipografi, maupun desain icon set.

Setelah itu, cobalah kenali semua bidang khusus yang kalian minati. Lalu lihat lagi mana yang ingin kalian lebih dalami dan bisa membuat kalian lebih enjoy untuk mempelajari desain grafis.

Setelah menentukan spesialisasi, kalian bisa menentukan aplikasi apa yang nantinya akan kalian gunakan. Misalnya jika kalian mau menjadi desainer grafis yang membuat logo, iklan, print ad, secara umum kalian bisa menggunakan Adibe Photoshop atau Adibe Illustrator.

Kalau kalian mau menjadi seorang desainer yang jago membuat user interface dan iser experience sebuah website slot online atau mobile app (UI / UX Designer), kalian bisa memulai belajar aplikasi Sketch (untuk pengguna Mac) dan Adobe XD (untuk pengguna Windows).

Kalau kalian mau menjadi seorang editorial designer yang merupakan designer tata letak media penerbitan, kalian bisa belajar Adobe InDesign. Namun, umumnya untuk mulai belajar aplikasi desain, kalian bisa belajar menggunakan aplikasi Canva.

Aplikasi Canva ini bisa pelajari dengan menggunakan telepon genggam, di mana pun dan kapan pun. Canva merupakan sebuah layanan aplikasi daring yang memfasilitasi proses editing grafis, mudah digunakan untuk desainer pemula.

Setelah kalian bisa mengoprasikan aplikasi tersebut, kalian bisa langsung belajar Adobe Photoshop yang dapat dipelajari dari video tutorial desain yang tersebar di YouTube. Lambat laun jika kalian konsisten belajar, kalian pasti lihai dan jago menggunakan aplikasi keluarga besutan Adobe ini.

3.Buat Portofolio Design dan Jangan Malu Untuk Dipamerkan!

Buat Portofolio Design dan Jangan Malu Untuk Dipamerkan!

Ini merupakan bagian yang juga tak kalah penting. Di sini yang menjadi pembeda antara kalian dengan yang lain. Kalian harus memiliki sebuah kumpulan portofolio desain yang tentunya berisi contoh karya – karya desain orisinal kreasi kalian.

Untuk kalian yang belum sama sekali punya portofolio desain, kalian bisa memulai untuk menawarkan jasa desain gratis ke teman atau organisasi non profit yang nantinya bisa kalian kumpulkan untuk dijadikan portofolio.

Setelah itu, jangan lupa untuk memperlihatkan hasil desain kalian. Kalian bisa membagikan karya 0 karya desain atau portofolio kalian via daring.

Misalnya saja, kalian bisa sebar di Instagram, atau situs portfolio seperti dribbble, behance, dan kreavi. Selain kalian memiliki portofolio dalam bentuk daring, kalian juga harus mengumpulkan semua karya desain kalian menjadi sebuah buku.

Karena dengan kalian bisa menjadikan buku dengan format .pdf atau cetak, nantinya akan memudahkan kalian untuk menunjukkan ke user atau perusahaan tempat kalian melamar kerja.

Sebagian besar orang sangat menyukai bentuk fisik visual untuk menilai karya orang lain, jadi tidak salah untuk mencetak portofolio desain kalian semenarik mungkin.

Itulah beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk menjadi seorang desainer grafis yang handal tanpa perlu kuliah.